Kembali ke Ensiklopedia
🍫
plantationsulit

Kakao

Theobroma cacao

Indonesia adalah produsen kakao terbesar ketiga di dunia, dengan sentra produksi di Sulawesi (Sulsel, Sulteng), Sumatera, dan Jawa Timur. Kakao Indonesia sebagian besar adalah jenis Lindak (Forastero)...

Masa Panen
1825 hari
🌡️
Suhu Ideal
25–28°C
💧
Curah Hujan
1500–2000 mm/tahun
💰
Harga Pasar
Rp 35.000 – 70.000/kg (biji kering)

📋 Ringkasan

Indonesia adalah produsen kakao terbesar ketiga di dunia, dengan sentra produksi di Sulawesi (Sulsel, Sulteng), Sumatera, dan Jawa Timur. Kakao Indonesia sebagian besar adalah jenis Lindak (Forastero) dan sebagian kecil Mulia (Criollo/Trinitario). Fermentasi biji kakao sangat menentukan kualitas dan harga jual. Pengembangan produk cokelat lokal terus meningkat.

🌱 Panduan Budidaya

🪨
Jenis Tanah
Lempung liat berpasir, dalam, humus tinggi
⚗️
pH
6.0–7.5
📏
Jarak Tanam
3 × 3 m atau 3 × 4 m dengan pohon naungan
🗓
Musim Tanam
Panen Mei – Juli dan Oktober – Desember
💊 Kebutuhan Pupuk

NPK 200 g/pohon/tahun (tahap awal), 500 g/pohon/tahun (produksi). Pupuk kandang 10 kg/pohon/tahun. Kalsium dan Magnesium penting.

🥗 Nilai Gizi

Kalori228 kcal
Protein19.6g
Karbohidrat57.9g
Lemak / Fat13.7g
Serat33.2g

🐛 Hama & Penyakit

⚠️Busuk buah (Phytophthora palmivora)
⚠️Penggerek buah (Conopomorpha cramerella)
⚠️Helopeltis (Helopeltis sp.)
⚠️VSD/Vascular Streak Dieback (Ceratobasidium theobromae)

📈 Potensi Pasar

Rentang Harga
Rp 35.000 – 70.000/kg (biji kering)
Hasil per Ha
500 kg – 1.5 ton/ha/tahun (biji kering)
#perkebunan#cokelat#ekspor#sulawesi#fermentasi
🤖

AI Crop Doctor

Ada masalah dengan tanaman ini? Foto dan AI kami akan mendiagnosa!

Coba Sekarang →